Saturday, June 12, 2021

RPP K-13, KELAS 6 BAB 5 KEBUGARAN JASMANI

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PJOK


Satuan Pendidikan                         : .................................................

Kelas / Semester                 : 6 /2

Pelajaran                               : Aktivitas Kebugaran Jasmani

Pokok Materi                        : A. Menghitung Denyut Nadi

Alokasi waktu                     : 90 menit

 

A.     TUJUAN PEMBELAJARAN

1.      Setelah melakukan pengamatan, siswa mampu menjelaskan cara menghitung denyut nadi pada tubuh dalam kegiatan kebugaran jasmani dengan tepat.

2.      Setelah berdiskusi, siswa mampu mempraktikkan cara menghitung denyut nadi pada tubuh dalam aktivitas kebugaran jasmani dengan tepat.

 

B.     KEGIATAN  PEMBELAJARAN

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi

Waktu

Kegiatan

Pendahuluan

1.      Kelas dimulai dengan dibuka dengan salam, menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa

2.      Kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh salah seorang siswa. Siswa yang diminta membaca do’a adalah siswa siswa yang hari ini datang paling awal. (Orientasi).

3.      Mengaitkan Materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari dengan pengalaman peserta didik.  ( Apersepsi )

4.      Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari ( Motivasi )

10

menit

Kegiatan

Inti

A.     Mengamati

1.      Siswa mengamati guru menjelaskan tentang cara menghitung denyut nadi.

B.     Menanya

1.      Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tentang materi yang disampaikan

2.      Siswa menanyakan penjelasan guru yang belum di pahami.

(Critical Thinking and Problem Formulation)

C.     Menalar

1.      Siswa mencoba berdiskusi dengan temanya tentang cara menghitung denyut nadi.

2.      Guru menunjuk kembali siswa yang telah melakukan diskusi untuk mencoba secara acak.

3.      Guru menunjuk beberapa siswa untuk maju dan memperagakan cara menghitung denyut nadi dengan bimbingan guru.

4.      Siswa melakukan pengamatan dan menyimpulkan kegiatan yang akan dilakukan

5.      Guru menyatakan bahwa siswa telah paham tentang kegiatan yang akan dilakukan.(Creativity and Innovation)

D.     Mencoba

1.      Sebelum memulai kegiatan menghitung denyut nadi, guru harus mempelajari cara menghitung denyut nadi setahap demi setahap sampai mahir.

2.      Dengan bimbingan guru siswa mempraktikkan cara menghitung denyut nadi tubuh secara bersama-sama. (Gotong Royong)

 

 

 

 

 

E.     Mengkomunikasikan

1.      Siswa menyampaikan proses kegiatan hari ini secara lesan kepada teman temanya. (Mandiri)

2.      Siswa menyampaikan manfaat kegiatan yang dilakukan secara lisan di depan teman dan guru.(Communication)

70

menit

Kegiatan

Penutup

·        Salam dan do’a penutup.(Religius)

10

menit

                         

C.     PENILAIAN

Penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran dilakukan oleh guru untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Hasil penilaian digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian terhadap materi ini dapat dilakukan  sesuai kebutuhan guru yaitu dari pengamatan sikap, tes pengetahuan  dan praktek/unjuk kerja .

 

 

 

 

 

Mengetahui

Kepala Sekolah,

 

 

 

Sumardi Yohanes, S.Pd

NIP. 196205111982021001

Ruteng.....Januari 2020

Guru PJOK Kelas 6

 

 

 

Leonardus Martin Dahur, S.Pd

NIP………………..................................………….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A. Daya Tahan Tubuh

Kiteria

Skor 4

Skor 3

Skor 2

Skor 1

Menghitung Denyut Nadi :

1.   Mampu mempraktekan  teknik dengan baik

2.   Mampu mempraktekan teknik cukup baik.

3.   Mampu mempraktekan  teknik kurang baik.

Memenuhi  4 kriteria

Memenuhi  3 kriteria

Memenuhi  2 kriteria

Memenuhi  1 kriteria

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PJOK


 


Satuan Pendidikan                         : ...............................................

Kelas / Semester                 :  6 /2

Pelajaran                               : Aktivitas Kebugaran Jasmani

Materi Pokok                        : B. Menghitung Kemampuan Melakukan Push Up

Alokasi waktu                      : 90 menit

 

A.     TUJUAN PEMBELAJARAN

1.      Setelah melakukan pengamatan, siswa mampu menjelaskan cara menghitung kemampuan melakukan push up pada tubuh dalam kegiatan kebugaran jasmani dengan tepat.

2.      Setelah berdiskusi, siswa mampu mempraktikkan cara menghitung kemampuan melakukan push up pada tubuh dalam aktivitas kebugaran jasmani dengan tepat.

 

B.     KEGIATAN  PEMBELAJARAN

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi

Waktu

Kegiatan

Pendahuluan

1.   Kelas dimulai dengan dibuka dengan salam, menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa

2.   Kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh salah seorang siswa. Siswa yang diminta membaca do’a adalah siswa siswa yang hari ini datang paling awal. (Orientasi).

3.   Mengaitkan Materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari dengan pengalaman peserta didik.  ( Apersepsi )

4.   Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari ( Motivasi )

10

menit

Kegiatan

Inti

A.     Mengamati

1.      Siswa mengamati guru menjelaskan tentang cara menghitung kemampuan melakukan push up.

B.     Menanya

1.      Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tentang materi yang disampaikan

2.      Siswa menanyakan penjelasan guru yang belum di pahami.

(Critical Thinking and Problem Formulation)

C.     Menalar

1.      Siswa mencoba berdiskusi dengan temanya tentang cara menghitung kemampuan melakukan push up.

2.      Guru menunjuk kembali siswa yang telah melakukan diskusi untuk mencoba secara acak.

3.      Guru menunjuk beberapa siswa untuk maju dan memperagakan cara menghitung kemampuan melakukan push up dengan bimbingan guru.

4.      Siswa melakukan pengamatan dan menyimpulkan kegiatan yang akan dilakukan

5.      Guru menyatakan bahwa siswa telah paham tentang kegiatan yang akan dilakukan.(Creativity and Innovation)

D.     Mencoba

1.      Sebelum memulai kegiatan menghitung kemampuan melakukan push up, guru harus mempelajari cara menghitung denyut nadi setahap demi setahap sampai mahir.

 

 

 

 

 

 

 

2.      Dengan bimbingan guru siswa mempraktikkan cara menghitung kemampuan melakukan push up secara bersama-sama. (Gotong Royong)

E.     Mengkomunikasikan

1.      Siswa menyampaikan proses kegiatan hari ini secara lesan kepada teman temanya. (Mandiri)

2.      Siswa menyampaikan manfaat kegiatan yang dilakukan secara lesan di depan teman dan guru.(Communication)

70

menit

Kegiatan

Penutup

·        Salam dan do’a penutup.(Religius)

10

menit

 

G.    PENILAIAN

Penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran dilakukan oleh guru untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Hasil penilaian digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian terhadap materi ini dapat dilakukan  sesuai kebutuhan guru yaitu dari pengamatan sikap, tes pengetahuan  dan praktek/unjuk kerja .

 

 

 

 

 

Mengetahui

Kepala Sekolah,

 

 

 

Sumardi Yohanes, S.Pd

NIP. 196205111982021001

Ruteng.....Januari 2020

Guru PJOK Kelas 6

 

 

 

Leonardus Martin Dahur, S.Pd

NIP………………..................................………….

 

 

 

 

 

 

 

 

A. Daya Tahan Tubuh

Kiteria

Skor 4

Skor 3

Skor 2

Skor 1

Menghitung Kemampuan Melakukan Push Up

4.      Mampu mempraktekan teknik dengan baik

5.      Mampu mempraktekan teknik cukup baik.

6.      Mampu mempraktekan  teknik kurang baik.

Memenuhi  4 kriteria

Memenuhi  3 kriteria

Memenuhi  2 kriteria

Memenuhi  1 kriteria

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PJOK

 


Satuan Pendidikan                         : ..................................................

Kelas / Semester                 :  6 /2

Pelajaran                               :  Aktivitas Kebugaran Jasmani

Materi Pokok                        :  C. Menghitung Kelenturan Tungkai

Alokasi waktu                      :  90 menit

 

A.     TUJUAN PEMBELAJARAN

1.      Setelah melakukan pengamatan, siswa mampu menjelaskan cara menghitung kelenturan tungkai pada tubuh dalam kegiatan kebugaran jasmani dengan tepat.

2.      Setelah berdiskusi, siswa mampu mempraktikkan cara menghitung kelenturan tungkai pada tubuh dalam aktivitas kebugaran jasmani dengan tepat.

 

B.     KEGIATAN  PEMBELAJARAN

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi

Waktu

Kegiatan

Pendahuluan

1.   Kelas dimulai dengan dibuka dengan salam, menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa

2.   Kelas dilanjutkan dengan do’a dipimpin oleh salah seorang siswa. Siswa yang diminta membaca do’a adalah siswa siswa yang hari ini datang paling awal. (Orientasi).

3.   Mengaitkan Materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari dengan pengalaman peserta didik.  ( Apersepsi )

4.   Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari ( Motivasi )

10

menit

Kegiatan

Inti

A.     Mengamati

1.      Siswa mengamati guru menjelaskan tentang cara menghitung kelenturan tungkai.

B.     Menanya

1.      Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tentang materi yang disampaikan

2.      Siswa menanyakan penjelasan guru yang belum di pahami.

(Critical Thinking and Problem Formulation)

C.     Menalar

1.      Siswa mencoba berdiskusi dengan temanya tentang cara menghitung kelenturan tungkai.

2.      Guru menunjuk kembali siswa yang telah melakukan diskusi untuk mencoba secara acak.

3.      Guru menunjuk beberapa siswa untuk maju dan memperagakan cara menghitung kelenturan tungkai dengan bimbingan guru.

4.      Siswa melakukan pengamatan dan menyimpulkan kegiatan yang akan dilakukan

5.      Guru menyatakan bahwa siswa telah paham tentang kegiatan yang akan dilakukan.(Creativity and Innovation)

D.     Mencoba

1.      Sebelum memulai kegiatan menghitung kelenturan tungkai, guru harus mempelajari cara menghitung denyut nadi setahap demi setahap sampai mahir.

2.      Dengan bimbingan guru siswa mempraktikkan cara menghitung kelenturan tungkai secara bersama-sama. (Gotong Royong)

 

 

 

 

 

E.     Mengkomunikasikan

1.      Siswa menyampaikan proses kegiatan hari ini secara lesan kepada teman temanya. (Mandiri)

2.      Siswa menyampaikan manfaat kegiatan yang dilakukan secara lesan di depan teman dan guru.(Communication)

70

menit

Kegiatan

Penutup

·        Salam dan do’a penutup.(Religius)

10

menit

 

 

G.    PENILAIAN

Penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran dilakukan oleh guru untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik.

Hasil penilaian digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.

Penilaian terhadap materi ini dapat dilakukan  sesuai kebutuhan guru yaitu dari pengamatan sikap, tes pengetahuan  dan praktek/unjuk kerja .

 

 

 

 

 

 

Mengetahui

Kepala Sekolah,

 

 

 

Sumardi Yohanes, S.Pd

NIP. 196205111982021001

Ruteng.....Januari 2020

Guru PJOK Kelas 6

 

 

 

Leonardus Martin Dahur, S.Pd

NIP………………..................................………….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN PENILAIAN ( ASESMEN )

 

1.       Penilaian Sikap

-        Penilaian Observasi

Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru.

Berikut contoh instrumen penilaian sikap

No

Nama Siswa

Aspek Perilaku yang Dinilai

Jumlah Skor

Skor Sikap

Kode Nilai

BS

JJ

TJ

DS

1

…

75

75

50

75

275

68,75

C

2

…

...

...

...

...

...

...

...

3

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

6

 

 

 

 

 

 

 

 

7

 

 

 

 

 

 

 

 

8

 

 

 

 

 

 

 

 

9

 

 

 

 

 

 

 

 

10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan :

•   BS : Bekerja Sama

•   JJ : Jujur

•   TJ : Tanggun Jawab

•   DS : Disiplin

 

Catatan :

1.  Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:

100         = Sangat Baik

75           = Baik

50           = Cukup

25           = Kurang

2.  Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400

3.  Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75

4.  Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00         = Sangat Baik (SB)

50,01 – 75,00           = Baik (B)

25,01 – 50,00           = Cukup (C)

00,00 –  25,00          = Kurang (K)

5.  Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai

 

 

 

A. Daya Tahan Tubuh

Kiteria

Skor 4

Skor 3

Skor 2

Skor 1

Menghitung Kelenturan Tungkai :

7.       Mampu mempraktekan teknik dengan baik

8.       Mampu mempraktekan teknik cukup baik.

9.       Mampu mempraktekan  teknik kurang baik.

Memenuhi  4 kriteria

Memenuhi  3 kriteria

Memenuhi  2 kriteria

Memenuhi  1 kriteria

 

 

 

 

Catatan Guru

1. Masalah                    :……….

2. Ide Baru                    :………..

3. Momen Spesial          :………….

 

 

 

 

 

Mengetahui

Kepala Sekolah,

 

 

 

Sumardi Yohanes, S.Pd

NIP. 196205111982021001

Ruteng.....Januari 2020

Guru PJOK Kelas 6

 

 

 

Leonardus Martin Dahur, S.Pd

NIP………………..................................………….

 

 

 

Wednesday, March 25, 2020

contoh soal PTS PJOK KELAS 5


PEMERINTAH KABUPATEN MANGGARAI
DINAS PENDIDIKAN
KOORDINATOR PENDIDIKAN KECAMATAN LANGKE REMBONG


Mata Pelajaran                       : PJOK
Kelas/ Smemester                    : V/ II
Hari/ Tanggal                          : ……………..
Tahun Pelajaran                     :  2019 / 2020



A.      Petunjuk    : Berila tanda X (silang) pada huruf A,  B,  C,  atau   D, pada jawaban                                 yang paling benar di bawah ini !



1.     1.  Head stand dikenal juga dengan nama ..... atau berdiri dengan kepala
2

1.     2.  Senam Kesegaran Jasmani terdiri dari 3 bagian yaitu ....., ..... dan .....
2.      3. Waktu yang tidak cocok untuk melakukan Senam Kesegaran Jasmani adalah ......
3.      4. Senam yang dilakukan secara bersama – sama disebut dengan .......
4.   5.   Penyakit menular merupakan penyakit yang dapat menular (berpindah) dari satu orang ke orang lainnya yang biasanya disebabkan oleh .........
5.     6.  Penyakit menular melalui air kuman masuk ke dalam tubuh melalui proses ......
6.     7.  Nikotin memiliki efek yang sangat besar di dalam rokok. Karena nikotin dapat menyebabkan seseorang untuk ........
7.    8.  Bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi merupakan definisi dari ...........
9.nikotin biasanya digunakan untuk bahan baku pembuatan 

Mengenal Gejala Virus Corona Baru Penyebab Covid-19

Mengenal Gejala Virus Corona Baru Penyebab Covid-19

Artikel ini telah tayang di 
Kompas.com dengan judul "Mengenal Gejala Virus Corona Baru Penyebab Covid-19", https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/24/110100923/mengenal-gejala-virus-corona-baru-penyebab-covid-19.
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

KOMPAS.com - Virus corona baru atau yang memiliki nama resmi SARS-CoV-2, telah menyebabkan penyakit Covid-19 yang kini statusnya pandemi global. Penyakit ini telah menyebar ke lebih dari 190 negara dan wilayah di seluruh dunia. Menurut epidemiolog kesehatan masyarakat dar Harvard T.H. Chan School, Marc Lipsitch, Covid-19 diperkirakan dapat menginfeksi 40-70 persen dari populasi di seluruh dunia. Banyak dari kasus positif Covid-19 yang hanya menunjukkan gejala ringan, bahkan banyak pula yang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Kemungkinan terinfeksi SARS-CoV-2 dapat menakutkan. Untuk itu,
      Ada baiknya kita mengetahui apa saja gejala Covid-19. Apakah sama dengan flu biasa? Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: Cara Sistem Pernapasan Lindungi Paru-paru dari Virus Gejala Covid-19 Gejala yang harus diwaspadai menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS terkait Covid-19 adalah demam, batuk, dan sesak napas. Gejala tersebut biasanya muncul antara dua hari sampai dua minggu setelah terpapar virus. Selain itu, ahli Inggris belum lama ini juga menambahkan bahwa tak bisa mencium bau dan mengecap rasa sebagai gejala potensial yang dapat muncul sendiri tanpa adanya gejala lain. Menurut sebuah laporan dalam Journal of American Medical Association, sebanyak 98 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit mengalami demam. Sebanyak 76-82 persen mengalami batuk kering. Dan 11-14 persen melaporkan lemah dan lelah.




APA ITU VIRUS CORONA ATAU COVID-19


Virus Corona
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Gejala Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.
Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.

Kapan harus ke dokter

Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus Corona.
Bila Anda mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.

Penyebab Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Diagnosis Virus Corona

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul.
Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berikut:
  • Uji sampel darah
  • Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR)
  • Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru
Pengobatan Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:
  • Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

Komplikasi Virus Corona

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:

Pencegahan Virus Corona

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
  • Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social distancing).
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:
  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Periksakan diri ke dokter hanya bila Anda mengalami gejala gangguan pernapasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria PDP (pasien dalam pengawasan).
  • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.


Tuesday, November 26, 2019

AJAIBNYA DARAH MANUSIA

*AJAIBNYA DARAH MANUSIA*
Berikut Fakta Mengagumkan Dari Darah Kita....

*1). Apabila Gelas Diisi Air Putih Hangat*, ditetesi darah segar (manusia), maka air berubah menjadi merah karena darah tercampur rata tanpa diaduk.
*● KESIMPULAN*
*Air putih yang hangat* itu sangat baik untuk tubuh/darah kita.

*2). Gelas Diisi Air Garam,* ditetesi darah segar, diaduk. Tetap tidak tercampur dengan baik/rata, terlihat darah menggumpal kecil-kecil dan kental.
*●KESIMPULAN*
Terlalu banyak makan garam, darah jadi kental, menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah, jantung harus bekerja lebih keras memompanya.
Bisa berakibat darah tinggi dan stroke.

*3). Gelas Diisi Minyak(Kelapa,Sawit,Dll)*,/ ditetesi darah. Tidak mau bercampur dan menggumpal besar.
*● KESIMPULAN*
Terlalu banyak makan makanan berminyak tidak baik, kolesterol menyumbat pembuluh darah yang mengalir ke jantung, menyebabkan penyakit jantung yang amat riskan kematian karena bisa tiba-tiba anfal dan tidak tertolong.

*4). Gelas Diisi Alkohol,* ditetesi darah. Langsung bercampur, tapi lama-lama darah berubah warna menjadi coklat, berarti darah menjadi rusak.
*● KESIMPULAN*
Alkohol mmg sangat cepat bercampur dg Darah tetapi Alkohol juga Sangat Cepat menimbulkan Kerusakan pada Darah Anda

Bagikan ini kpd rekan2 anda ; maka anda akan mendapat saham kebaikan karena telah ikut menyampaikan informasi berharga ini untuk orang lain

*Semoga Bermanfaat* untuk kesehatan tubuh dengan menjaga pola makanan setiap hari..

*Ingat...!! Minum Air Putih Hangat* 🙏🙏❣❣😍😍

MODUL AJAR PJOK SD FASE B KELAS IV MATERI 1.5

  MODUL AJAR PJOK SD FASE B KELAS IV   Penyusun : Jenjang Sekolah : SD K KA REDONG Kelas : IV Materi : 1.5 A...